Menyusun Portofolio Investasi Pribadi

Ketika anda berinvestasi, memadukan bermacam-macam jenis kelas aset yang berbeda untuk melaksanakan diversifikasi dan meminimalisasi resiko selalu menjadi pertanyaan. Bagaimana proses perencanaan investasi untuk mengoptimalkan laba investasi dengan resiko minimal? Berikut ialah langkah-langkah sederhana dalam menyusun portofolio investasi anda.

Menetapkan Kebutuhan Investasi

Sebelum memulai berinvestasi, kita harus memilih dulu apa tujuan dari investasi yang kita lakukan. Tentunya kita semua sepakat.. impian dari berinvestasi ialah sudah terperinci untuk memperoleh keuntungan. Benar laba investasi yang anda inginkan, namun.. laba investasi menyerupai apa tepatnya? Secara garis besar, kita menggolongkan laba investasi dalam 3 kelompok. Pertama ialah untuk memperoleh pendapatan rutin dari investasi kita, kedua untuk meningkatkan nilai aset atau yang ketiga ialah paduan antara pendapatan rutin dan sekaligus kenaikan atau pertumbuhan nilai aset. Tujuan ini akan menghipnotis bagaimana kita akan menyusun portofolio investasi kita. Misalnya, saat fokus kita ialah kepastian pendapatan.. maka mungkin produk yang sesuai untuk ini ialah sebuah produk perbankan menyerupai deposito, obligasi atau produk asuransi jiwa anuitas. Namun, saat fokus kita ialah untuk peningkatan nilai investasi setinggi-tingginya, mungkin kita akan berharap sebuah investasi pada saham.

Toleransi Resiko

Setelah memilih kebutuhan investasi maka hal berikutnya yang kita butuhkan ialah gosip perihal batas toleransi kita terhadap suatu resiko investasi. Toleransi resiko sering juga disebut dengan profil resiko investor. Secara garis besar, profil investor terbagi dalam 3 kelompok. Yaitu tipe investor dengan profil konservatif, moderat dan agresif. Seorang investor dengan profil resiko konservatif cenderung fokus kepada kepastian hasil dan keamanan modal awal investasinya. Sedangkan tipe investor dengan profil garang ialah tipe investor yang mengharapkan laba sebesar-besarnya dari modalnya dan tentunya tipikal investor ini juga siap dengan resiko ketidakpastian hasil dan kerugian dari investasinya. Profil resiko ini ditentukan oleh tingkat pendapatan, surplus, usia, abjad pribadi, pengetahuan dan situasi finansialnya. Untuk sanggup mengetahui toleransi resiko kita dalam berinvestasi kita sanggup mengisi form kuesioner yang banyak tersedia.

Alokasi Aset

Alokasi aset sejatinya ialah membagi portofolio keuangan kita dalam banyak sekali kelas aset menyerupai saham, obligasi dan instrumen pasar uang. Tujuan dari alokasi aset ialah melaksanakan diversifikasi untuk meminimalisir resiko suatu investasi. Harapannya tujuan dari investasi itu sanggup dicapai. Alokasi efektif sanggup dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan investasi dan juga toleransi resiko.Berikut ini ialah skema alokasi aset untuk banyak sekali abjad investor.


Source: www.mesirowfinancial.com

Strategi alokasi aset yang umum dipakai dalam membangun portofolio ialah alokasi aset strategis, taktis, berimbang dan sistemik. Penjelasan mengenai teknik alokasi aset ini akan dijelaskan di waktu lain.

Rebalancing

Penting sekali untuk menjaga susunan portofolio anda. Dengan berjalannya waktu, mungkin ada beberapa kelas aset yang nilainya mengalami perubahan naik turunnya. Akhirnya terjadi perubahan susunan portofolio investasi anda menjadi lebih garang atau menjadi terlalu konservatif. Untuk itu diharapkan proses rebalancing. Rebalancing ini ialah bab dari proses monitoring investasi untuk menyeimbangkan investasi menjadi susunannya menyerupai sedia kala dengan menjual aset yang berkembang atau jadinya bertambah alasannya ialah kenaikan nilai dan membeli porotofolio lainnya yang berkurang nilainya. Banyak penelitian yang memperlihatkan bahwa dengan melaksanakan rebalancing maka portofolio investasi akan menjadi lebih baik.

Manajemen Resiko

Setiap investasi mempunyai resiko, contohnya resiko likuiditas yaitu resiko kemungkinannya investasi tidak gampang dicairkan setiap waktu. Sehingga kita perlu mempersiapkan diri secara keuangan sebelum berinvestasi semoga tidak menemui kesulitan keuangan. Caranya ialah dengan mempersiapkan sejumlah dana likuid yang tidak diganggu gugat sebagai dana cadangan darurat. Besarannya umumnya sekitar 3-6 kali pengeluaran. Kemudian jangan lupakan asuransi untuk pertolongan aset (kendaraan dan rumah) serta asuransi kesehatan yang memadai untuk mengcover pengeluaran apabila terjadi resiko kesehatan tanpa harus mengganggu investasi yang sedang berjalan. Dengan demikian, portofolio investasi anda sanggup berjalan dengan damai melalui banyak sekali kondisi.

Namun demikiran, artikel ini hanya memperlihatkan kepada anda sebuah panduan dasar dalam berinvestasi dan bukan merupakan satu-satunya teknik dalam melaksanakan investasi. Untuk menjadi investor, anda harus mempelajari segala kemungkinan yang mungkin timbul dari investasi anda. Apapun yang ditulis dalam artikel ini bukan saran atau rekomendasi untuk membeli sebuah produk investasi. Anda tetap harus mendiskusikan kebutuhan dan planning investasi anda sebelum melaksanakan investas. Be smart with your money! (BR)








Sumber http://www.terapikeuangan.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel