10 Jurus Selesai Hidup Menaikkan Limit Kartu Kredit

Jurus menaikkan limit kartu kredit.
Artikel ini ialah selesai dari 3 goresan pena bersambung wacana "menaikkan limit kartu kredit" yang ditanyakan oleh Ibu Aulia Zahara. Semoga serangkaian ulasan dari kami dapat menjawab pergumulan ia yang tentunya mungkin menjadi pergumulan kita semua. Bagi yang belum membaca goresan pena pertama, silakan pribadi menuju ke sini, sedangkan goresan pena kedua silakan kembali ke sini. Setelah artikel ketiga ini, berikutnya akan membahas "Benarkah limit kartu kredit dapat tembus Rp 1 milyar?" 

Diharapkan dengan kehadiran 4 artikel wacana kasus limit kartu kredit, dapat menambah wawasan dan ilmu buat kita semua. Dengan demikian kita tidak gampang dikecoh oleh omongan orang marketing, pakar kartu kredit atau durjana kartu kredit itu sendiri. Anda dapat memakai nalar sehat untuk mencerna semua yang kami tuliskan ini. Ambil sisi positifnya saja sebab beberapa potongan memang kami isi dengan sedikit lawakan semoga gampang dicerna.

10 Jurus Maut Menaikkan Limit Kartu Kredit:

Inilah jurus-jurus janjkematian untuk menaikkan limit kartu kredit. Harap dipergunakan dengan baik dan jangan dikeluarkan sebelum keadaan benar-benar kepepet. Dan tolong jangan juga gunakan jurus ini untuk memukul balik ke kami..hehe. Musuh bersama kita ialah bankir bukan sesama nasabah (konsumen). Lihat saja bagaimana anak cucu cicit banker BLBI berjilid, Bapindo dan terakhir Century yang hidupnya santai-santai saja. Sedangkan kita? Hampir berjuang untuk meraih sesuap nasi hari demi hari.

1. Pilih Bank Besar

Jurus pertama ialah memilih bank penerbit kartu kredit. Bank besar ialah bank yang memang besar. Besar di sini bukan berbicara gedungnya yang besar menjulang tinggi ke langit, melainkan modalnya yang besar. Kalau melihat ada gedung megah yang dipasangin papan nama merek sebuah bank, bukan berarti gedung ini 100% punya bank tersebut. Jangan terkecoh. Makanya dulu ketika Bank Harapan Sentosa (BHS) di kala 1990-an membangun kantor cabang megah di seantero nusantara, orang-orang berpikir, "Wah bank ini niscaya bagus." Sialan rupanya, tujuan membangun gedung justru untuk menipu dan menggelapkan dana nasabah. Seorang paman dari rekan kami bunuh diri di Hotel Chrysant (d/h Daan Jaya Hotel) di Jl. Daan Mogot Raya - Jakarta Barat gara-gara kasus BHS. Waspadalah...waspadalah!

Indikasi atau tolak ukur sederhana untuk bank besar yang dapat dipergunakan seperti: kantor cabangnya yang ada di mana-mana, mesin ATM-nya yang menjamur (bukan berjamur), jumlah nasabahnya yang besar, wilayah operasional hadir di aneka macam negara, dsb. Singkat saja, untuk di Indonesia beberapa bank besar ialah seperti: Citibank, HSBC, Standar Chartered, BCA dan Mandiri. Makara kalau mau kartu kredit yang cepat naik limitnya pilih dan gunakanlah kartu kredit keluaran bank-bank besar.

2. Pilih Bank Yang Core Business-nya: Kartu Kredit

Bank boleh saja besar dan dananya menumpuk, namun kalau bisnis pada dasarnya bukan kartu kredit ya lewat Bos. Tidak bakalan dapat naik limit sebab mereka tidak fokus di produk kartu kredit. Setiap bank ada spesialisasinya menyerupai fokus di KPR, kredit UKM, kredit korporasi (corporate funding/lending), kartu kredit, tabungan, produk derivatif, dsb. Tidak mesti 100% bank tersebut terjun di bisnis kartu kredit. Intinya ialah mereka serius dan bukan sekadar ikut-ikutan masuk ke pasar kartu kredit. Bank-bank yang sudah populer fokus di bisnis kartu kredit secara global ialah Citibank dan HSBC. Lebih baik bank kecil tetapi bisnis pada dasarnya kartu kredit dibandingkan bank besar tetapi tidak fokus di kartu kredit.

3. Gunakan Kartu Kredit di Atas 1 Tahun

Untuk dapat menarik minat bank mengucurkan kredit limit yang semakin besar, bank tentu harus dapat memastikan bahwa kita ialah nasabah loyal. Dengan memakai kartu kredit di atas 1 tahun, bank dapat membaca beberapa statistik pola penggunaan kartu kredit kita, perputaran uang kita, pola pembayaran, dsb. Jika dianggap sudah cukup loyal maka niscaya diservis dengan aneka macam benefit lainnya. Salah satunya ialah kenaikan limit kartu kredit. Jadi terus gunakan kartu kredit tersebut untuk melihat apakah akan naik atau tidak limitnya sesudah 1 tahun.

4. Gunakan Limit Kartu Kredit Dengan Maksimum

Anda niscaya tahu bahwa bank diuntungkan dengan penggunaan kartu kredit. Kalau mereka merasa untung, niscaya akan semakin termakan untuk menambah keuntungan. Siapa sih yang tidak suka duit? Setan saja konon katanya suka duit, apalagi manusia? Makanya tak heran dalam sesajen selain dikasih kemenyan, roti, kue, arak, kembang dan rokok, niscaya ada uangnya. Makin gede uangnya makin cepat si setan tiba dan melenyapkan sesajen tersebut. Kalau tidak percaya, coba taruh selembar uang Rp 100.000. Dijamin 100% sesajen yang ditaruh di pinggir jalan raya tersebut akan lenyap seketika.

Bank niscaya akan menaikkan limit kartu kredit kalau penggunaan kartu kredit kita maksimum. Makara kesimpulannya: gunakan kartu kredit Anda setiap bulan minimum di atas 60% dari limit. Paling cantik di atas 80%. Contoh: kalau limit kartu kredit ialah Rp 10 juta ya gunakanlah minimal Rp 6 juta per bulan untuk berbelanja. Jika Anda tidak dapat menghabiskan limit yang diberikan buat apa bank menambah limit

"Dikasih Rp 10 juta saja tidak habis, kok minta naik? Serakah amat ini orang padahal masih lebih dari cukup," gerutu bankir dalam hati.

5. Bayar Tagihan Full Payment atau Minimum Payment

Pakainya sih boleh maksimum dan hampir menyentuh batas limit. Bank memang sudah diuntungkan dan termakan untuk segera menambahkan limit. Namun kalau Anda bayarnya payah alias tidak lunas, terlambat, telat, dsb..kira-kira siapa yang bakal menambahkan limit? Semua bank niscaya akan menolak. Makara buktikan bahwa Anda membayar full payment atau minimum payment

Paling cantik bayar full payment dan kalau bank itu bank besar dan core business-nya di kartu kredit, dijamin 1 tahun akan naik dengan sendirinya. Salah satu pola bank tersebut ialah HSBC. Dipakai rata-rata 60% per bulan dan bayarnya lancar maka 6-12 bulan sudah niscaya bergerak limit kartu kredit kita. Luar biasa!

6. Jangan Pernah Telat Bayar Tagihan Kartu Kredit

Meski sekali-kali telat bukan masalah, namun untuk kenaikan limit usahakan jangan pernah telat semenjak pertama. Kalau telat bayar sudah terindikasi kita ini kurang modal atau kekurangan uang. Bank niscaya akan berpikir ulang untuk menaikkan limit kartu kredit kita. Apalagi kalau telatnya lebih dari 2 bulan dan sering banget telat. Jangan kayak maskapai penerbangan atau kereta api yang sering telat. Jika kita sebagai penumpang saja enggan menentukan maskapai yang sering telat, begitu juga dengan bankir. Bankir juga insan dan mereka niscaya membenci yang namanya telat, terkecuali telat ejakulasi. Oughh..

7. Pancing Dengan Kartu Kredit Lain

Jurus ini ialah memancing kenaikan limit dengan mengajukan kartu kredit lain. Istilahnya Anda apply kartu kredit gres dengan modal kartu kredit sebelumnya. Contoh: contohnya Anda sudah punya kartu kredit BCA tetapi limitnya tetap begitu saja meski sudah digunakan selama 5 tahun. Nah, Anda pakai acuan BCA untuk mengajukan kartu kredit katakanlah CIMB Niaga. Anda minta minimal limit di atas BCA. Biasanya tanpa diminta pun otomatis bank lain akan menunjukkan limit di atas kartu lama. Karena kalau diberikan sama dapat saja nasabah menolak. Apa kelebihannya? Kurang lebih menyerupai itu. Dan kalau memang limit yang diberikan tetap sama, Anda jangan gunting atau jangan batalkan kredit CIMB Niaga tersebut. Anda pegang saja semuanya dan nanti nilai kira-kira yang mana akan naik limitnya sesudah digunakan sekian tahun.

Jurus ini berlaku untuk semua bank penerbit kartu kredit. Pokoknya Anda sudah punya kartu kredit A, Anda gunakan A untuk apply kartu kredit B, C, D, E, F, G, dst.. Siapa yang menunjukkan kredit limit paling tinggi, Anda pilih kartu kredit tersebut dan gunakan terus.

8. Telepon Bank Untuk Minta Kenaikan Limit

Jika jurus ke-7 tidak mempan, Anda gunakan jurus ke-8 ini. Hubungi bank dan minta kenaikan limit. Perlu sekali-kali kita menghubungi bank untuk mempersoalkan atau meminta kenaikan limit. Namun pastikan beberapa syarat yang sudah pernah kita bicarakan menyerupai masa penggunaan kartu, pola pembayaran dan pola penggunaan. Bank ialah institusi yang sibuk dan ada kalanya mereka kecolongan dalam arti lupa untuk menaikkan limit kartu kredit kita. Makara kita ingatkan mereka dengan cara memintanya secara langsung. 

Biasanya kalau minta kenaikan limit akan dikenakan biaya, namun ada juga yang tidak. Begitu bank menyadari bahwa mereka lupa menaikkan limit kartu kredit kita maka tidak akan dikenakan biaya. Yang tidak dikenakan biaya biasanya tidak secara pribadi (beberapa ahad kemudian). Yang dikenakan biaya biasanya instan (proses 3 hari kerja).

9. Ancam Tutup Kartu Kredit Tersebut

Pada ketika Anda mengajukan permohonan kenaikan limit tetapi selalu ditolak, tak ada cara lain selain mengeluarkan jurus janjkematian ini: ancam untuk membuang alias menutup kartu kredit tersebut. Ancam balik orang bank dengan berkata, "Kalau limit kartu kredit ini tidak naik di bulan ini, tolong tutup kartu kredit saya ini. Tidak ada gunanya!"

Harap diingat bahwa ini hanyalah bahaya saja. Untuk menakut-nakuti orang bank. Biasanya orang bank akan berpikir ulang. Semakin sedikit kartu kredit yang mereka edarkan, semakin mengecil laba mereka. Tidak ada orang yang tidak suka uang. Sedangkan persaingan industri kartu kredit sedemikian ketat. Makara bahaya ini sangatlah ampuh. Dan kalau kartu kredit Anda ditutup, Anda juga harus nrimo. Tidak boleh menyesal. Karena memang tidak ada gunanya kartu kredit yang sudah digunakan puluhan tahun tidak pernah naik-naik. Sebaiknya sebelum memakai jurus ke-9 ini sudah punya cadangan kartu kredit bank lainnya.

10. Ajukan Kartu Kredit Bank Lain

Jurus ke-10 ini sedikit menyerupai jurus ke-7. Di mana kita memakai kartu kredit bank lain untuk memancing kartu kredit lainnya semoga diberikan limit yang semakin besar. Perbedaannya hanyalah terletak: kalau jurus ke-7 kartu kredit gres yang Anda terima meski limitnya sama atau di bawah kartu sebelumnya tetap diterima, lain halnya dengan jurus 10 ini. Jika limitnya di bawah kartu usang atau sekadar sama saja, akan kita tolak. Jika limit kartu gres melebihi kartu lama, maka kartu usang kita buang alias tutup. Sampai di sini paham?

Contoh: contohnya kita punya Mega dengan limit Rp 10 juta. Tidak pernah naik. Kita gunakan Mega sebagai acuan untuk mendapat Panin, BII, ANZ atau Mandiri, dsb. Kalau contohnya Panin dikasih Rp 13 juta, BII Rp 10 juta, ANZ Rp 12 juta, Mandiri Rp 10 juta, maka kita pilih hanya Panin sebab paling tinggi. Yang lainnya kita batalkan dan termasuk Mega kita tutup. Sampai di sini paham? Gunakan Panin sekian tahun dan ulangkan lagi jurus ini. Kalau jurus ke-7 semuanya masih kita ambil dan pergunakan selama sekian tahun untuk menilai yang mana paling cepat naik limitnya. Setelah sekian tahun gres kita seleksi ulang. Ada baiknya gunakan jurus ke-10 ini bersamaan dengan jurus ke-9. Anda apply dulu kartu kredit bank lain, begitu sudah diterima gres Anda ancam balik si Mega ini. Biar si Mega ini kelimpungan dan di posisi dilema.

Kurang lebih menyerupai itulah 10 jurus janjkematian untuk menaikkan limit kartu kredit. Harap diingat bahwa ini ialah pembahasan wacana menaikkan limit kartu kredit dan bukan menentukan kartu kredit terbaik. Untuk menentukan kartu kredit terbaik patokannya bukan semata-mata pada limit tetapi ada banyak faktor pertimbangannya. Silakan review kembali di sini.
 
Ciaattt.....!

Sponsored links 10 Jurus Maut Menaikkan Limit Kartu Kredit:
   

Sumber http://www.mafiakartukredit.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel