Penipuan Undian Hadiah Lewat Email
![]() |
Beginilah biasanya kawanan penipu beraksi. Bisa dari negara mana saja bahkan dari warnet lokal di Indonesia. |
Mengapa Orang Indonesia Sering Menjadi Korban Penipuan?
Kita harus mencoba menjawab pertanyaan ini: Mengapa orang Indonesia sering menjadi korban penipuan dunia maya? Kalau mau diubah sedikit kurang lebih pertanyaannya sama: Mengapa kita terus salah menentukan pemimpin (presiden/gubernur/bupati/walikota)? Jawabannya alasannya yaitu kita bodoh! Tidak mau mencar ilmu dari pengalaman masa lalu. Jika 5 tahun kepemimpinan mereka tidak ada perubahan yang signifikan maka harus kita pilih yang baru. Jangka waktu 5 tahun sudah sangat usang apalagi 10 tahun (2 periode)? Keburu mati anak cucu, ayam itik, kerbau kambing peliharaan kita semua.
Kita tidak mau mencar ilmu atau malas mencar ilmu otomatis selalu menjadi korban penipuan. Padahal dari Google kita sanggup mendapat banyak ilmu. Semua masalah penipuan online kalau mau kita cari lewat Google, niscaya pernah dikupas oleh seseorang yang mungkin menjadi korban pertama. Orang yang menjadi korban niscaya akan membagikannya buat kita sehingga kita sanggup mengambil hikmah. Namun sayangnya, otak kita menjadi tumpul ketika melihat proposal hadiah, nalar sehat kita berhenti ketika melihat proposal harga komputer, kamera, laptop diskon 70%, mata kita menjadi buta ketika mendengar ada orang bule yang mengutarakan cinta, dsb. Makanya korban terus berjatuhan lewat jual beli online, transfer uang ke penipu via Western Union (WU), dst.
Kita tidak mau mencar ilmu atau malas mencar ilmu otomatis selalu menjadi korban penipuan. Padahal dari Google kita sanggup mendapat banyak ilmu. Semua masalah penipuan online kalau mau kita cari lewat Google, niscaya pernah dikupas oleh seseorang yang mungkin menjadi korban pertama. Orang yang menjadi korban niscaya akan membagikannya buat kita sehingga kita sanggup mengambil hikmah. Namun sayangnya, otak kita menjadi tumpul ketika melihat proposal hadiah, nalar sehat kita berhenti ketika melihat proposal harga komputer, kamera, laptop diskon 70%, mata kita menjadi buta ketika mendengar ada orang bule yang mengutarakan cinta, dsb. Makanya korban terus berjatuhan lewat jual beli online, transfer uang ke penipu via Western Union (WU), dst.
Penipuan Online
Penipuan online ada banyak jenis dan bermacam-macam modus operandinya. Terlalu luas untuk dibalas di sini. Mulai dari penipuan jual beli online, website palsu, rekening palsu, alamat toko palsu, pemalsuan identitas facebook, chatting, dsb. Kali ini kita akan membahas yang namanya penipuan undian berhadiah, hibah, lotere, sumbangan, dsb..yang sering ditawarkan lewat email. Pertanyaannya sederhana, yang bahu-membahu sudah sanggup kita simpulkan sendiri. Makara tanpa bertanya kepada orang lain atau mencari lewat internet sudah sanggup diketahui benar tidaknya proposal lewat email tersebut. Coba kita bertanya pada diri kita sendiri,
"Emangnya saya siapa hingga ada yang mau kasih hibah, hadiah, uang tunai, dsb..?"
Kalau Anda sanggup menjawab pertanyaan tersebut, selesai sudah trik penipuan itu. Anda tidak akan jadi korban meskipun si penipu berkata anak jenderal, anak menteri, anak mantan presiden, pengacara ini dan itu, andal waris dari si A atau si B, dari perusahaan A atau B, dsb. Tidak mungkin ada yang namanya undian berhadiah lewat email, dsb.
Nigerian Scam atau Nigerian Sweetheart Scam
Bicara soal penipuan lewat email, rasanya aib bila kami ceritakan. Mengapa? Karena di tahun 2000 kami hampir jadi korban. Bayangkan sudah lebih dari 10 tahun silam di mana modus ibarat ini masih jarang diketahui. Waktu itu, dalam hati kami berpikir bakalan kaya mendadak mendapat komisi Rp 23 milyar. Kalau mau ditulis kisahnya sanggup dijadikan sebuah ebook setebal 50-100 halaman. Bahkan tak tanggung-tanggung salah satu kepala cabang BCA pun kami hampiri soal deal transfer dana tersebut. Konyolnya si kepala cabang BCA siap menampung dana yang jumlahnya ratusan milyar hingga semua orang yang ada di bank pada ketika itu kaget. Bagaimana tidak kaget? Ada ibu-ibu yang hanya transfer beberapa ribu dollar untuk anaknya yang sekolah di luar negeri, tetapi kami waktu itu lagi bicara transferan jutaan dollar yang masuk ke Indonesia? Lucu dan aib kalau menceritakannya di sini.
Namun beruntung pada akibatnya terbongkar juga alasannya yaitu feeling. Kalau mau ditotal jenderal paling rugi waktu saja dan sedikit uang komunikasi dengan kawanan penipu tersebut. Waktu yang kami habiskan untuk berkomunikasi dengan kawanan penipu kurang lebih 6 bulan baik dari telepon, chatting, email, dsb. Anda sanggup lihat betapa cerdiknya kawanan penipu ini bermain? Tidak secara pribadi tetapi menarik kita perlahan-lahan. Bahkan mereka tak segan-segan menghubungi kita ke nomor telepon pribadi baik di rumah, kantor, ponsel, dsb. Sampai pembokat (baca: pembantu rumah tangga) pun kagok tidak sanggup cas cis cus "how are you?"
Kami juga rugi sedikit uang yakni membayar biaya koneksi internet, fax dokumen ke Nigeria, dsb. Konyol dan betapa bodohnya kami waktu itu. Tetapi itulah insan di mana harus mencar ilmu dari pengalaman. Makin sering ditipu seharusnya makin pandai kita. Makara teringat kata-kata Vernon Law,
Lain lagi ceritanya dengan saudara kami di mana bersama temannya tertipu kurang lebih Rp 5 juta lewat transfer Western Union (WU) ke kawanan penipu ini. Begitu sudah jadi korban gres melaksanakan konsultasi kepada kami. Apa lacur, nasi sudah menjadi bubur. Teman kami yang lain juga hampir saja menjadi korban soal proteksi pembangunan rumah ibadah (gereja) dari Jepang. Untung berhasil konsultasi dengan kami sehingga mengetahui modus penipuan ibarat itu.
Mengapa sebelum transfer uang ke kawanan penipu tersebut, saudara kami tidak mengkonsultasikannya kepada kami? Apalagi bila bukan soal uang. Kebanyakan orang kalau merasa bakal sanggup rezeki nomplok, jarang mau cerita-cerita. Takut diminta bab atau takut tertangkap tangan kaya mendadak. Tetapi begitu jadi korban mulailah kasak kusuk meminta pendapat. Sudah terlambat...rasain lu! Tak beda dengan korban-korban penipuan Bank Century - di luar pemilik tabungan - beberapa waktu lalu. Apakah mereka tidak tahu bahwa investasi yang ditawarkan itu gak beres? Hanya orang kurang pandai yang percaya bahwa ada investasi 100% kondusif yang lebih tinggi return-nya dari bunga deposito bank.
Namun beruntung pada akibatnya terbongkar juga alasannya yaitu feeling. Kalau mau ditotal jenderal paling rugi waktu saja dan sedikit uang komunikasi dengan kawanan penipu tersebut. Waktu yang kami habiskan untuk berkomunikasi dengan kawanan penipu kurang lebih 6 bulan baik dari telepon, chatting, email, dsb. Anda sanggup lihat betapa cerdiknya kawanan penipu ini bermain? Tidak secara pribadi tetapi menarik kita perlahan-lahan. Bahkan mereka tak segan-segan menghubungi kita ke nomor telepon pribadi baik di rumah, kantor, ponsel, dsb. Sampai pembokat (baca: pembantu rumah tangga) pun kagok tidak sanggup cas cis cus "how are you?"
Kami juga rugi sedikit uang yakni membayar biaya koneksi internet, fax dokumen ke Nigeria, dsb. Konyol dan betapa bodohnya kami waktu itu. Tetapi itulah insan di mana harus mencar ilmu dari pengalaman. Makin sering ditipu seharusnya makin pandai kita. Makara teringat kata-kata Vernon Law,
"Pengalaman yaitu guru terhebat sekaligus terkejam di dunia. Dia menunjukkan ujiannya terlebih dulu gres pelajarannya kemudian."
Lain lagi ceritanya dengan saudara kami di mana bersama temannya tertipu kurang lebih Rp 5 juta lewat transfer Western Union (WU) ke kawanan penipu ini. Begitu sudah jadi korban gres melaksanakan konsultasi kepada kami. Apa lacur, nasi sudah menjadi bubur. Teman kami yang lain juga hampir saja menjadi korban soal proteksi pembangunan rumah ibadah (gereja) dari Jepang. Untung berhasil konsultasi dengan kami sehingga mengetahui modus penipuan ibarat itu.
Mengapa sebelum transfer uang ke kawanan penipu tersebut, saudara kami tidak mengkonsultasikannya kepada kami? Apalagi bila bukan soal uang. Kebanyakan orang kalau merasa bakal sanggup rezeki nomplok, jarang mau cerita-cerita. Takut diminta bab atau takut tertangkap tangan kaya mendadak. Tetapi begitu jadi korban mulailah kasak kusuk meminta pendapat. Sudah terlambat...rasain lu! Tak beda dengan korban-korban penipuan Bank Century - di luar pemilik tabungan - beberapa waktu lalu. Apakah mereka tidak tahu bahwa investasi yang ditawarkan itu gak beres? Hanya orang kurang pandai yang percaya bahwa ada investasi 100% kondusif yang lebih tinggi return-nya dari bunga deposito bank.
Waspadalah!
Semua email yang masuk, yang mengatasnamakan korban ini dan itu, andal waris ini dan itu, kontribusi dari lembaga ini dan itu, undian berhadiah dari perusahaan ini dan itu, ungkapan cinta dari ini dan itu, dari Nigeria, Singapore, Inggris, Hongkong, Timor Leste, Palestina, Arab Saudi, Malaysia, dsb...dsb... 1.000.000% yaitu penipuan!! Makara kawanan pelaku bukan hanya berasal dari Nigeria saja tetapi sanggup dari seluruh dunia. Kalau Anda percaya maka silakan saja terus menyumbang uang ke penipu.
Dari mana mereka mendapat email kita? Gampang sekali! Biasanya mereka mencari dan mengoleksi email yang kita posting baik di iklan jual beli, kaskus, facebook, website, blog, forum, dsb. Bahkan ada program-program tertentu yang sanggup membaca dan melacak email. Makanya Anda tahu kini kenapa dalam menulis email kadang orang memakai tanda baca tertentu untuk penyamaran dari aktivitas koleksi email, ibarat contoh: mafiakartukredit(at)gmailcom, mafiakartukredit(at)gmail(dot)com, mafiakartukredit[at]gmaildotcom, dsb. Semua itu semoga tidak terlacak oleh program.
Kawanan penipu akan mengirimkan email massal ibarat penipuan lewat sms. Dari 1000 email atau sms yang dikirimkan, kawanan penipu berharap ada 10 yang kurang pandai dan tolol. Biasanya sih ada alasannya yaitu sama ibarat bisnis di mana ada kemungkinan atau peluang terjaring konsumen. Siapa lagi kalau bukan orang kurang pandai dan tolol yang percaya kata-kata cinta dari bulepotan, uang hibah, warisan, undian berhadiah atau diskon produk.
Semua email yang masuk, yang mengatasnamakan korban ini dan itu, andal waris ini dan itu, kontribusi dari lembaga ini dan itu, undian berhadiah dari perusahaan ini dan itu, ungkapan cinta dari ini dan itu, dari Nigeria, Singapore, Inggris, Hongkong, Timor Leste, Palestina, Arab Saudi, Malaysia, dsb...dsb... 1.000.000% yaitu penipuan!! Makara kawanan pelaku bukan hanya berasal dari Nigeria saja tetapi sanggup dari seluruh dunia. Kalau Anda percaya maka silakan saja terus menyumbang uang ke penipu.
Dari mana mereka mendapat email kita? Gampang sekali! Biasanya mereka mencari dan mengoleksi email yang kita posting baik di iklan jual beli, kaskus, facebook, website, blog, forum, dsb. Bahkan ada program-program tertentu yang sanggup membaca dan melacak email. Makanya Anda tahu kini kenapa dalam menulis email kadang orang memakai tanda baca tertentu untuk penyamaran dari aktivitas koleksi email, ibarat contoh: mafiakartukredit(at)gmailcom, mafiakartukredit(at)gmail(dot)com, mafiakartukredit[at]gmaildotcom, dsb. Semua itu semoga tidak terlacak oleh program.
Kawanan penipu akan mengirimkan email massal ibarat penipuan lewat sms. Dari 1000 email atau sms yang dikirimkan, kawanan penipu berharap ada 10 yang kurang pandai dan tolol. Biasanya sih ada alasannya yaitu sama ibarat bisnis di mana ada kemungkinan atau peluang terjaring konsumen. Siapa lagi kalau bukan orang kurang pandai dan tolol yang percaya kata-kata cinta dari bulepotan, uang hibah, warisan, undian berhadiah atau diskon produk.
Modus penipuan ini bukan hanya berasal dari negara-negara di benua Afrika tetapi sudah meluas ke seluruh dunia. Terlalu luas kami ceritakan. Intinya pada ujung-ujungnya mereka akan mengarang ada hambatan di sana sini ibarat soal pajak, bea masuk, cukai, biaya transport, biaya pesawat terbang, biaya ini dan itu yang meminta Anda dan atau mereka tanggung berdua bersama Anda. Nah, Anda transfer 1/2 ke mereka dan itulah uang yang ingin mereka tipu dari Anda! Jaringan penipuan ini bukan berada di luar negeri tetapi ada di dalam negeri sendiri. Ada persekutuan mafianya yang saling bekerja sama. Sangat arif bermain bahkan tak segan-segan mereka akan menghubungi Anda dari nomor telepon tertentu bahkan tiba menemui Anda di Jakarta, Bandung atau Surabaya.
Jika ada waktu akan kami kupas khusus untuk Anda. Sungguh arif dan luar biasa pintar. Banyak yang sudah jadi korban yang kami lihat dengan kepala mata sendiri. Gadis-gadis jatuh ke pelukan bule yang ternyata yaitu bulepotan. Beberapa memang sempat kami selamatkan dari perjuangan penipuan ibarat ini. Bagaimana kalau kami katakan bahwa orang-orang ibarat itu hadir di tengah-tengah kita? Kalau masih ingin tau tunggu tanggal mainnya kami tuliskan artikel itu dalam bentuk kisah nyata.
"Kalau Anda ingin mencar ilmu hal-hal yang tabu, gelap dan tergolong mafia, Anda sudah berada di situs yang paling tepat!"
Simak tayangan pribadi lewat Youtube ini perihal penangkapan sindikat penipuan negeri Afrika ini:
Sponsored links Penipuan Lewat Email:
Sumber http://www.mafiakartukredit.com
Sponsored links Penipuan Lewat Email: