Early Detection Fraud System

Anti Fraud System.
Jangan salah pilih kartu kredit! Jangan percaya tayangan iklan apalagi cuap-cuap orang marketing. Semuanya cari duit! Jangan biarkan orang lain mengambil uang Anda tanpa seizin Anda! Uang susah dicari Boss! Jangan mau terus memperkaya bankir dan anak cucu cicit mereka. Saatnya sebagai konsumen kita semakin akil dan bijak. Masa ada puluhan jenis kartu kredit kita menentukan yang itu-itu juga? Kaprikornus pertimbangan berikutnya yakni melihat pelayanan atau akomodasi "early detection fraud system".

Early Detection Fraud System

Apa maksudnya early detection fraud system? Maksudnya yakni upaya pencegahan bank sebagai penerbit kartu kredit untuk meminimalisir kejahatan kartu kredit terhadap nasabah mereka. Kaprikornus ada semacam inisiasi perlindungan aktif bank dalam memantau teladan penggunaan kartu kredit nasabah mereka. Bank bukan menelusuri transaksi Anda ibarat petugas KPK melacak rekening gendut pejabat publik melainkan bank berusaha membentengi dana kartu kredit Anda.

Deteksi fraud ibarat ini memang dapat dalam aneka macam bentuk. Namun secara umum bank memantau teladan penggunaan kartu kredit nasabah mereka. Jika suatu hari bank merasa ada transaksi yang sedikit mencurigakan maka bank akan pribadi melaksanakan konfirmasi ulang sebelum menyetujui proses transaksi tersebut. Contoh: contohnya Anda mempunyai kartu kredit Bank X dengan limit Rp 30 juta. Pola penggunaan kartu Anda selama ini maksimal Rp 20 juta per bulan. Itu pun dengan nilai transaksi terbagi-bagi dan katakanlah paling tinggi yakni Rp 10 juta untuk beli iPad.

Tiba-tiba suatu hari Anda melaksanakan transaksi katakanlah membeli televisi flat Sony seharga Rp 28 juta. Oleh sistem deteksi fraud ini maka transaksi tersebut dianggap agak mencurigakan lantaran selama ini paling tinggi Anda hanya bertransaksi Rp 10 juta. Tiba-tiba dapat bertransaksi Rp 28 juta mendekati limit yang hanya Rp 30 juta. Bank curiga jangan-jangan kartu kredit Anda sudah diduplikat jaringan berandal kartu kredit sehingga kawanan maling ini berusaha menggesek tunai semaksimal mungkin. Kasus dan modus ibarat ini paling sering terjadi. Sampai di sini paham? Otomatis sistem peringatan dini fraud bekerja. Bank akan pribadi menghubungi Anda per detik itu juga untuk melaksanakan konfirmasi ulang. Biasanya lewat ponsel alasannya yakni ponsellah yang paling sempurna lantaran selalu bersama nasabah. Tidak mungkin bank menghubungi Anda lewat telepon rumah atau kantor sementara Anda sendiri di toko. Makanya kini Anda paham mengapa kadang ketika kita gesek tunai, si pemilik toko selalu meminta Anda mengaktifkan nomor ponsel. Supaya pada ketika dikonfirmasi bank, Anda dapat menjawabnya dengan benar.

"Jangan pilih bank yang TOLOL. Namanya boleh bank, gedungnya boleh megah, karyawannya boleh keren-keren dan cantik-cantik tetapi tidak semua bank itu akil kok."
 
Dari ilustrasi di atas, pada waktu Anda dikonfirmasi ulang lewat ponsel dan Anda menjawab memang benar sedang membeli TV maka bank pun lega alasannya yakni benar nasabah mereka yang melaksanakan transaksi. Proses otorisasi pun akan pribadi diberikan. Namun sebaliknya jikalau Anda berkata tidak sedang membeli TV atau sedang tidak di toko melainkan di rumah, maka ketika itu juga kartu kredit tersebut diblokir. Berarti kartu kredit Anda sudah diduplikat berandal kartu kredit. Inilah yang dimaksud dengan early detection fraud system. Bank memproteksi dana kartu kredit nasabah mereka dengan aneka macam cara biar tidak menjadi korban ulah berandal kartu kredit.

Sekarang pilih yang mana? Mau bank yang goblok dan hirau tak hirau atau bank yang pintar, gesit dan penuh inisiatif? Dalam ulasan yang akan tiba kami akan menjelaskan wacana early detection fraud system dalam bentuk yang lainnya. Tetaplah menyedot ilmu secara gratis dari sini.

Sponsored links Early Detection Fraud System:
 

Sumber http://www.mafiakartukredit.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel