Pekerjaan Si Pemohon Kartu Kredit

Ya betul Bu, saya Andre. Saat ini saya bekerja sendiri dengan kantor di rumah sendiri. Penghasilan per tahun kurang lebih Rp 250 juta. Usaha di bidang jasa arsitek dan konstruksi.
Selain data pribadi, data berikutnya yang harus Anda isi sebagai pemohon kartu kredit yakni data pekerjaan termasuk di dalamnya yakni data penghasilan Anda. Ada 3 poin penting yang harus Anda isi dengan baik. Ketiga poin tersebut adalah:
  • Data Perusahaan
  • Status Pekerjaan
  • Penghasilan Per Tahun
Data Perusahaan

Data perusahaan yakni daerah di mana Anda bekerja ketika ini. Kalau itu yakni sebuah PT (Perseroan Terbatas) maka tentu dicantumkan nama PT-nya. Begitu juga jikalau hanya CV atau UD maka dicantumkan CV atau UD secara lengkap. Contohnya: PT Sarana Dinamika Abadi, CV Makmur Jaya Mobilindo, UD Ongkang Ongkang Kaki, dsb. Bagaimana jikalau itu yakni sebuah toko kelontong? Bisa saja apply kartu kredit namun harus juga dicantumkan nama tokonya menyerupai Toko Panca Surya, Toko Lingerie Seksi, dsb. Masa punya toko gak diberi nama?

Selain nama perusahaan, yang harus diperhatikan yakni alamat lengkap perusahaan. Termasuk nama jalan, nama gedung jikalau perusahaan berada di gedung bertingkat, lantai, ruangan, departemen, kelurahan, isyarat pos, dsb. Pokoknya harus gampang dicari atau gampang didatangi kurir ketika mengirimkan kartu kredit Anda yang sudah disetujui. Cantumkan dengan terang juga jabatan Anda. Jika manager maka tulis manajer, jikalau administrator maka tulis direktur, jikalau supervisor maka tulis supervisor. Begitu juga dengan jenis perjuangan atau lini bisnis perusahaan daerah Anda bekerja ketika ini. Apakah bergerak di bidang trading, konstruksi, jasa, properti, pertambangan, bank, dsb.

Jumlah karyawan juga harus Anda cantumkan sebab memudahkan bank menilai seberapa besar perusahaan daerah Anda bekerja ketika ini. Jika karyawannya ada ratusan orang, tentu saja bank anggap perusahaan tersebut cukup besar sehingga mungkin dapat menjadi sasaran market mereka di masa akan datang. Dengan menunjukkan Anda kartu kredit kadang bank berharap Anda menceritakannya kepada rekan-rekan sekantor lainnya.

Jangan lupa untuk mencantumkan dengan terang nomor telepon kantor. Karena lewat nomor telepon kantor inilah bank melaksanakan verifikasi data. Yang paling penting yakni nomor telepon kantor. Jika alamat kurang lengkap, bank akan memperbaikinya dengan melaksanakan verifikasi eksklusif by phone

Status Pekerjaan

Status pekerjaan berbicara apakah ketika ini Anda yakni seorang karyawan swasta yang menurut honor bulanan, pemilik perjuangan (wiraswasta), profesional atau mungkin seorang pengawai negeri (PNS atau TNI/POLRI), dsb. 

Anda perlu mengisinya dengan terang sebab setiap profesi membutuhkan dukungan dokumen yang berbeda-beda. Pegawai swasta mungkin membutuhkan slip honor atau surat keterangan penghasilan (SKP), sementara jikalau pemilik perjuangan mungkin membutuhkan SIUP, rekening koran 3 bulan terakhir, profesional membutuhkan surat izin praktek, pegawai negeri atau TNI/Polri mungkin membutuhkan surat SK pengangkatan terakhir, dsb... Pilih yang sesuai dengan pekerjaan utama Anda ketika ini.

Kalau usang bekerja ketika ini di bawah 1 tahun, mungkin perlu mencantumkan perusahaan sebelumnya di mana Anda pernah bekerja. Namun kami sarankan buat apa mencantumkan perusahaan lama? Lebih baik Anda menunggu di atas 1 tahun gres mengajukan permohonan kartu kredit.

Penghasilan Per Tahun

Anda niscaya tahu bahwa untuk mempunyai kartu kredit ada syarat penghasilan minimumnya. Kalau belum jelas, silakan merujuk ke pembahasan yang satu ini. Karena penghasilan menjadi salah satu syaratnya, maka Anda harus mengisi kolom penghasilan per tahun ini dengan sebaik-baiknya. Sesuaikan dengan jenis kartu kredit yang Anda ejekan apakah itu silver, gold atau platinum. Masing-masing bank mempunyai kriteria yang berbeda-beda meski ketika ini BI sudah menetapkan kebijakan gres yang akan berlaku mulai 2013.

Bagaimana menghitung penghasilan per tahun? Caranya yakni dengan mengalikan 13 dari honor bulanan Anda ketika ini. Misalnya jikalau honor Anda yakni Rp 5 juta per bulan maka total penghasilan per tahun Anda yakni Rp 65 juta (13 x Rp 5 juta). Mengapa harus 13x? Mungkin 1x itu yakni bonus THR. Kurang lebih menyerupai itu. Dengan penghasilan sebesar Rp 65 juta per tahun, maka Anda berkesempatan mengajukan kartu kredit gold.

Kalau contohnya Anda seorang dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit, tentu saja Anda berprofesi sebagai seorang karyawan swasta rumah sakit. Anda dapat melampirkan tunjangan dokumen slip honor atau surat keterangan penghasilan. Namun seandainya Anda juga membuka praktek di rumah sendiri, tentu saja ini termasuk penghasilan tambahan. Anda boleh membaliknya sedemikian rupa apakah honor bulanan dari rumah sakit sebagai penghasilan perhiasan atau malah penghasilan praktek sebagai penghasilan tambahan. Suka-suka Anda sebab apapun yang Anda pilih maka mensyaratkan tunjangan dokumen berbeda-beda. 

Soal penghasilan perhiasan ini dapat Anda masukkan juga jikalau ada kolom soal penghasilan tambahan. Kalau Anda seorang musisi atau penulis buku, mungkin royalti dapat dijadikan penghasilan tambahan. Kalau Anda seorang profesional di perusahaan besar namun mempunyai perjuangan toko kelontong, maka toko kelontong ini dapat dijadikan penghasilan tambahan. Mengapa penting menuliskan penghasilan perhiasan ini? Tak lain sebab akan memilih besarnya limit kartu kredit Anda itu sendiri.

Kurang lebih menyerupai itu data pekerjaan atau penghasilan yang perlu Anda isi dengan baik pada ketika mengajukan permohonan aplikasi kartu kredit.

Sponsored links Pekerjaan Pemohon Kartu Kredit:
   

Sumber http://www.mafiakartukredit.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel