Aksi Kejahatan Data Stolen Kartu Kredit

Awas! Kawanan maling dapat mengintai Anda setiap ketika kalau lengah. Lengkapi ilmu Anda dengan Ebook Rahasia Mafia Kartu Kredit.
Aksi berandal kartu kredit berikutnya yang perlu Anda waspadai di mana sudah memakai dan memanfaatkan kemajuan teknologi ialah apa yang disebut dengan data stolen credit card. Kawanan maling ini tidak lagi mengambil kartu kredit seseorang secara fisik menyerupai agresi pick pocketing atau non received card. Malahan bagi kelompok ini, apa yang dilakukan oleh kelompok pick pocketing atau non received card dianggap primitif dan ketinggalan zaman. Mereka tak segan-segan menyampaikan bahwa kedua kelompok itu ialah orang-orang yang minim pendidikan. Dalam agresi ini, kartu kredit Anda secara fisik tidak diperlukan alasannya mereka dapat menciptakan duplikatnya sendiri. Yang diperlukan ialah data-data elektronik kartu kredit Anda.

Secara umum biasanya kawanan data stolen kartu kredit menjalankan agresi mereka dengan tiga metode. Metode ini juga dapat dilakukan dan niscaya sudah diujicobakan dengan sasaran kartu-kartu ATM yang sering bertransaksi di mesin-mesin ATM. Hanya saja kartu keterbatasan kartu ATM maka kawanan pelaku ini lebih suka mengincar kartu kredit. Salah satu pertimbangannya ialah dana kartu kredit yang jauh lebih besar. Beberapa modus yang sudah kita kenal antara lain:
  • Teknik skimming.
  • Chip implant.
  • Wire tapping
Skimming ialah teknik mengumpulkan informasi sebuah kartu kredit atau kartu ATM dengan cara menempatkan alat yang biasanya disebut skimmer. Alat skimmer bertugas merekam jejak penggunaan sebuah kartu kredit atau kartu ATM. Jika alat ini dipasang di sebuah mesin ATM, otomatis semua kartu yang keluar masuk di mesin ATM tersebut akan terekam data dan aktifitasnya. Kalau yang dimasukkan ialah kartu kredit, maka yang terekam data kartu kredit. Kalau yang dimasukkan kartu ATM, maka yang terekam kartu ATM. Data apa yang direkam? Tak lain data yang ada di belakang pita magnetik sebuah kartu. Makanya sehabis agresi skimming merajalela maka bank penerbit kartu kredit mengeluarkan kartu kredit chip. Makara semuanya ada sejarahnya kalau kita telusuri dari awal.

Lalu buat apa dan dapat apa kalau mendapat data sebuah kartu kredit atau kartu ATM? Sudah terang untuk mengambil dananya. Nanti data-data ini akan ditembak ulang ke kartu kredit palsu atau kartu kredit bodong. Dengan kartu-kartu plastik bodong inilah kawanan maling berbelanja atau menarik uang tunai lewat mesin ATM. Kasus inilah yang belakangan terkuak marak dan menjadi isu headline media cetak atau televisi. Lupa ya? Contoh pemasangan alat skimmer dapat Anda lihat di foto bawah ini. Sungguh sangat pandai sekali bukan?

Ada satu hal yang harus Anda perhatikan: kalau agresi ini dijalanan untuk mengambil data sebuah kartu ATM, biasanya juga akan dipasangkan kamera pengintai secara tersembunyi. Tujuannya untuk mengetahui nomor PIN yang dimasukkan si nasabah (korban atau target). Nanti kawanan maling data stolen ini akan mencocokkan jam dan tanggal transaksi dilakukan. Mereka butuh nomor PIN untuk dapat mengambil tunai lewat kartu ATM. Makanya sangat dianjurkan untuk menutup dengan tangan pada waktu menekan PIN. Beberapa mesin ATM gres sudah dibuatkan semacam layar epilog semenjak kasus ini marak.
Anda perhatikan baik-baik. Tampak normal dan biasa saja bukan mesin ATM ini? Perhatikan gambar di bawahnya.
Sekarang alat skimmernya sudah dicopot. Kaget ya?
Perhatikan arah panah sebuah box berisi brosur. Ada apa di sana?
Aha! Ada apa tuh warna hitam di bawah? Lihat gambar di bawahnya ini.
Wow! Ternyata kamera pengintai untuk membaca saldo dan PIN yang dimasukkan.
Inilah jeroan kamera di box tersebut. Brosur hanya untuk menutupi saja sehingga tidak disangka ada kamera berikut baterai, kabel data, dsb. Brilian!
Sekarang lihat skimmer versi lokal yang ditempelkan di mesin ATM Bank Mandiri. Ini penampakan kamera pengintainya.
Dan ini ialah skimmer yang dipasang. Dibuat warna biru seakan-akan bab integral dari mesin ATM Bank Mandiri bukan?
Alat skimmernya sudah dicopot. Ya kurang lebih menyerupai ini.
Namun kalau agresi skimming ini untuk menjebak kartu kredit baik yang akan dipakai di mesin ATM atau mesin EDC, mereka tidak membutuhkan kamera pengintai. Karena kartu kredit dapat dipakai untuk berbelanja atau tarik tunai tanpa membutuhkan PIN yang nilainya jauh lebih fantastis. Secara umum memang begitu perbedaannya namun semuanya dikembalikan kepada agresi kawanan maling ini.

Chip implant bergotong-royong sama dengan skimming hanya saja alat yang dipakai lebih kecil. Chip implant tidak mengincar mesin ATM melainkan lebih mengincar mesin-mesin EDC yang ada di banyak sekali daerah dan toko. Kawanan maling ini dapat akal-akalan menjadi petugas bank untuk melaksanakan inspeksi atau investigasi rutin mesin EDC di sejumlah toko atau merchant dengan banyak sekali alasan. Kadang mereka akal-akalan menyampaikan bahwa mesin EDC sedang error jadi perlu diganti mesin baru, dsb. Nah, mesin-mesin EDC gres yang digantikan inilah sudah terpasang semacam chip. Ya menyerupai semacam prosesor gitu lah. Chip ini bertugas sama menyerupai skimmer yakni merekam semua aktifitas transaksi dan data kartu kredit yang bertransaksi di mesin EDC tersebut.

Selang beberapa waktu kemudian semenjak pemasangan mesin EDC ber-chip ini - biasanya 3 atau 6 bulan - tergantung ramainya merchant, kawanan maling ini akan kembali. Alasan mereka juga dapat majemuk hanya untuk menarik mesin EDC tersebut dan digantikan mesin EDC gres lagi. Chipnya dikeluarkan dan data-data hasil kopiannya akan dibuka dan ditembakkan ke kartu kredit palsu sehingga siap dipergunakan. Inilah kejahatan yang marak terjadi beberapa waktu lalu.
Chip yang super tipis dan kecil dapat dipasangkan di sebuah mesin EDC kartu kredit. Sulit untuk dilacak atau sekilas terlihat tidak ada yang janggal.
Biasanya agresi kejahatan chip implant akan mengincar toko atau merchant paling ramai di mana pengunjungnya ialah kelas elit. Contohnya menyerupai restoran ternama, hotel berbintang 5, dsb. Tujuannya untuk mendapat nasabah kelas kakap yang kartu kreditnya minimal gold ke atas dengan limit di atas Rp 50 juta. Bahkan tidak tertutup kemungkinan agresi ini dijalankan dengan melibatkan orang dalam toko atau merchant itu sendiri. Biasanya yang berprofesi kasir alasannya identik dengan mesin gesek kartu kredit dan pembayaran uang.

Konon kadang kawanan berandal ini sengaja memacari kasir, customer service atau recepsionis hotel, restoran atau toko yang akan dijadikan sasaran agresi mereka. Dengan demikian mereka akan lebih leluasa untuk mengganti mesin EDC orisinil dengan mesin EDC yang sudah dipasangi chip. Disinyalir ada beberapa agresi dilakukan dengan akal-akalan melamar kerja di posisi kasir atau customer service. Bagi mereka honor kecil tidaklah duduk kasus alasannya mereka mengincar uang yang jauh lebih besar. Tak heran kini Anda dapat melihat hampir rata-rata pemilik perjuangan memasang kamera di ruangan recepsionis atau kasir untuk memantau aktifitas si kasir menyerupai ini. Ada yang mencurigakan otomatis akan diketahui.

Wire tapping atau wiretapping ialah agresi membajak terusan komunikasi data atau bunyi yang terjadi baik lewat koneksi internet, sambungan telepon, koneksi mesin EDC, mesin kasir, dsb. Makara ada semacam alat yang sudah ditambahkan alat-alat tertentu yang kadang sulit diketahui secara kasat mata. Alat-alat ini terlihat normal dari luar, padahal di dalamnya sudah ada penyadap. Seperti agresi James Bond 007 atau spionase film-film Hollywood yang ada.

Begitu data-data sudah berhasil dimiliki otomatis akan dibuka dan ditembakan juga ke kartu kredit palsu yang sudah dipersiapkan. Untuk wire tapping ini terang membutuhkan pengetahuan jadwal komputerisasi dan alat-alat yang mendukung. Beberapa pola alat wire tapping dapat Anda lihat di bawah ini. Tak beda dengan agresi spionase atau penyadapan forum KPK terhadap koruptor. Canggih ya?
Wire tapping yang golongan phone tapping. Data dan bunyi diambil alasannya sudah dipasang alat di handset gagang telepon itu sendiri. Tak ubahnya menyerupai agresi film 007.
Wire tapping yang mempunyai socket untuk sambungan telepon, komputer, koneksi mesin EDC, dsb. Kotak persegi yang terlihat normal itu ialah alat wire tappingnya. Sedikit menyerupai dengan pemasangan keylogger secara fisik.
Wire tapping juga dapat dimasukkan secara eksklusif dalam produksi kabel yang biasa dipergunakan. Anda harus semakin waspada akan banyak sekali modus penyadapan data menyerupai ini.
Sebuah telepon umum yang sudah disadap di negara Amerika. Tampak ada peringatan yang diberikan oleh pihak lain akan penyadapan wire tapping menyerupai ini.
Mengenai cara penggunaan dan transaksi kartu kredit palsu yang sudah berhasil ditembakkan lewat agresi skimming, chip implant dan wire tapping ada tekniknya tersendiri. Tidak dapat dilakukan begitu saja alasannya akan dicurigai dan gampang terbongkar. Berhati-hatilah alasannya kawanan maling ini masih berkeliaran dan masih mengincar banyak nasabah. Terus ikuti website berandal kartu kredit dotcom untuk mendapat update ilmu terbaru.

Sponsored links Data Stolen Credit Card:
 

Sumber http://www.mafiakartukredit.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel