Transaksi Belanja Dengan Kartu Kredit

Belanja dengan kartu kredit praktis kok semudah 123. Tinggal berikan kartu kita dan kasir akan menggeseknya. Srett... Beres!
Selain mengambil uang tunai lewat mesin ATM, kartu kredit tujuan utamanya yaitu untuk transaksi berbelanja. Kami rasa semua orang dari kita sudah paham kegunaan kartu kredit untuk berbelanja menyerupai ini. Gampang kok. Intinya kalau orang lain bayar pakai uang kontan, kita cukup keluarkan selembar kartu kredit. Mirip dengan penggunaan kartu debit. Meski mungkin saja dikala itu kita lagi tidak pegang uang atau dompet sedang kosong.

Tidak perlu pusing soal transaksi berbelanja ini. Pokoknya sesudah berbelanja di sebuah toko/restoran/hotel/bengkel/dsb..yang mendapatkan kartu kredit maka tinggal kita berikan kartu kredit kita ke kasir atau pelayan. Sang kasir akan memelototi sejenak dan kadang dicatat nomornya dan sesudah itu akan menggesekkannya ke mesin EDC (electronic data capturing machine). Kasir akan memasukkan nominal belanja dan sreettt... selesai. Keluar struk/slip yang mesti kita tandatangani dan ada kemungkinan nanti tidak perlu ditandatangani juga. Zaman semakin canggih.

Pokoknya praktis dan gampang. Tidak perlu ribet apalagi bingung soal sistem kerja mesin EDC, cara gesek kartu, dsb..dsb..karena itu urusan pemilik toko. Sebagai nasabah yang perlu kita waspadai yaitu jangan hingga kasir atau toko/restoran tersebut menjadi bab dari jaringan mafia kartu kredit. Banyak kasus di mana mesin EDC justru dipasang semacam chip.

Beberapa Poin Penting

Sebagai isu tambahan: yang dimaksud struk/slip transaksi itu yaitu secarik kertas kecil yang keluar dari mesin EDC. Bukan faktor atau bon belanja ya. Kalau bon dan faktur itu lain lagi. Nah, slip/struk tersebut boleh pribadi dibuang atau disimpan. Kalau ingin dibuang harap dihancurkan terlebih dulu. Disobek kecil-kecil atau buang di daerah yang kondusif dalam arti susah dipungut orang. Mengapa jangan hingga dipungut orang? Karena struk itu berisi beberapa isu yang mungkin rawan. Dulu dengan isu di sebuah struk belanja, kawanan berandal kartu kredit sanggup menjebol rekening kartu kredit seseorang. Tetapi kini mungkin sudah agak susah alasannya bank terus memproteksi sistem keamanan mereka. Tetapi bukankah lebih baik berjaga-jaga daripada sanggup masalah?

Harap diingat juga jikalau slip/struk tersebut Anda buang kemudian tiba-tiba suatu hari membutuhkannya lagi, Anda mesti meminta ke bank. Akan dikenakan biaya yang namanya biaya copy sales draft. Jika belanjanya di luar negeri, biaya ini akan lebih mahal alasannya struk tersebut harus dikirimkan dari toko yang ada di luar negeri tersebut. Kaprikornus pikir-pikir ulang lagi ya.

Dalam struk belanja tersebut minimal ada data-data menyerupai ini:
  • Nama Merchant. Biasanya nama toko tersebut.
  • Terminal ID. Biasanya yaitu nomor seri mesin EDC tersebut.
  • Identitas Card Holder. Identitas kita sendiri mulai dari nama, nomor dan jenis kartu.
  • Jenis Transaksi. Biasanya akan tertulis "sale" alasannya kita berbelanja.
  • Nomor Batch. Semacam arahan settlement transaksi antara merchant dengan bank yang mengoperasikan mesin EDC tersebut.
  • Tanggal dan Jam. Selalu tercatat tanggal dan jam kapan kita berbelanja.
  • Nomor Referensi. Yakni nomor urut ke sekian mesin EDC tersebut mendapatkan gesek kartu kredit.
  • Masa Berlaku Kartu. Tercantum masa berlaku kartu kredit kita di struk belanja.
  • Nomor Trace. Semacam arahan transaksi sekaligus penagihan atas transaksi tersebut.
  • Kode Approval. Semacam arahan gesek kartu kredit tersebut disetujui (approval).
  • Total Pembelanjaan. Nilai belanja yang kita bayarkan atau harga barang yang kita beli.
  • Kolom Tanda Tangan. Tempat kita membubuhkan tanda tangan di struk.
Kurang lebih menyerupai itulah data-data yang ada di dalam struk belanja dan di masa akan tiba sanggup berubah-ubah alasannya teknologi berubah terus. Terlihat cukup rawan dan lengkap bukan informasinya? Kaprikornus pinter-pinter menjaga dan memproteksi diri ya. Seseorang boleh miskin tetapi jangan hingga bodoh. Miskin kaya itu soal waktu tetapi akil terbelakang itu soal manusianya. Kalau ada yang masih belum jelas, silakan tanya ke teknisi EDC atau bank ya. Jangan ke kami alasannya kami sama menyerupai Anda hanyalah masyarakat dan nasabah biasa.

Sponsored links Transaksi Belanja Dengan Kartu Kredit:
 

Sumber http://www.mafiakartukredit.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel